13ahar anakbatak yang ingin mengenal dan berbagi kepada dunia

lagu anak batak kali ini

Tampilkan postingan dengan label coretannya anakbatak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretannya anakbatak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juni 2010

Megang Apa?

Efek Piala Dunia itu memang gila, Sob. Simak aja ni salah satu bukti ajaibnya tu perhelatan sepakbola terbesar sejagad raya ini.
"Megang apa, Rul, Piala dunia kali ini?"
"Inggrislah. Secara ada Rooney, Lampard, Gerrard. Pelatihnya aja Don Capello. Kurang apalagi coba? Kamu sendiri, Nar?"
"Aku Spanyol. Jelas. Ada Villa, Torres, Casillas, Fabregas. Bintangnya semualah. Jaminan deh!"
"Jangan terlalu percaya diri dulu, Sob. Ntar ujung-ujungnya kecewa lagi. Kamu, Mat, megang apa?"
Yang ditanya ga' ngeh karna dari tadi memang ga' ambil perhatian.
"Woi, Mat. Megang apa?"
"Ha. O, aku lagi megang gitar ni. Masa ga' liat si?"
"$#!@&!"

Minggu, 06 Juni 2010

Cerita Dodol

Udah sejam lebih Ijal ngeliat Kucai melamun terus. Awalnya dia cuek, keiknya tu anak lagi dalam abis pikirnya. Tapi kalo dibiarin terus keiknya ga' betul juga ni, secara Tipe X udah abis ngedendangin semua lagu dari album Mereka Tak Pernah Mengerti-nya yang diputar Ijal di tape recordernya dan Kucai masih juga melamun ria, tergerak jualah hati Ijal untuk membantu sohibnya itu.

"Udahlah, Cai, lupain. Ga' usah dipirin lagi. Sampe' segitu dalamnya. Ada fotonya, bakar! Ada benda kenang-kenangan dari dia, buang! Masih ada SMS dari dia, hapus! Susah amat."
"Ga' semudah itu, Jal."
"Mang udah kamu coba?"
"Udah semua cara, Jal. Dari mulai cara yang biasa sampe' cara yang belum pernah dibuat bahkan belum terpikirkan manusia pun udah aku coba."
"Serius Lo!"
"Iya! Aku udah nanya sana-sini tapi tetep aja ga' ada yang bisa bantu. Ga' ada yang bisa minjemin."
"Minjemin? Maksud kamu?"
"Yaaa, minjemin uanglah. Utang aku udah kebanyakan, Jal. Kamu bisa bantu ga'?"
"Jadi dari tadi tu kamu ngelamun karna mikirin utang?"
"He-eh."
"DODOL! Kirain karna putus cinta."

Kuspesialkan buat mereka yang berhutang; tunaikan kewajibanmu, Sob, dan jangan pernah kau mencoba untuk berpura-pura lupa akan hutangmu.

Sabtu, 22 Mei 2010

Sebuah Keterpaksaan

Ma'af manis, aku terpaksa tak hiraukan kau hari ini
sungguh, aku terpaksa

aku terpaksa tak menjawab panggilanmu saat kau coba cari tau sebenarnya dengan menelfonku
kukira pesan singkatku cukup

Ma'af, Sob, aku tak ikut bersama kalian menjamah kota kali ini

aku terpaksa situasikan rumahku umpama tak berpenghuni, meski terus kalian teriaki
sungguh, aku terpaksa kawan

bahkan aku terpaksa biarkan tukang bakso langgananku berlalu
kuharap esok dia masih lalu

Ma'af semua, aku terpaksa
sungguh, aku terpaksa
Bang Regar rentenir kejam itu seharian menunggui di depan rumah
mengertilah

Minggu, 16 Mei 2010

Cerita Kamar Mandi

20 menit yang lalu kau mulakan deretan ocehanmu,
"Sekarang hari Kamis 'kan, Sob? Berarti besok Jum'at ya?"
kupaksa meng-"iya"-kan meski tak kau tau sebenarnya

"Eh, jadi ikut ga' acara yang diadain sekolahan besok? Kalau aku belum pasti lagi, Sob, liat-liat harga tomat dulu deh."
kali ini "o" singkat kukirim sebagai duta derita yang malangnya belum juga kau sadari.

"Seandainya aja ya, Sob, Gita Gutawa itu cewek, beehhh, pasti seru."
jujur kawan, hanya karna atas dasar kemanusiaanlah maka tak kulimpahkan derita ini padamu.

Dan kini setelah 35 menit berlalu masih juga ku dengar ocehanmu, "Make jam tangan itu bagusnya dimana ya, Sob; ditangan kiri atau bukan ditangan kanan?"
sambil megangin perut, "TERSERAH, TERSERAH MAU NGOMONG APA JUGA! TAPI GANTIAN DONK, UDAH GA' TAHAN NIH. BOKER AJA LAMA AMAT!"

Rabu, 21 April 2010

Ma'af

ma'af Ibu, aku belum bisa carikan menantu untukmu
ma'af Ayah, aku belum siap menjadi maumu
ma'af Dik, aku bukan abang yang pantas kalian banggakan
ma'af Kawan, aku terlalu sering mengecewakan kalian
ma'af Semua, aku terlalu sibuk dengan khayalanku untuk taklukkan dunia

Minggu, 18 April 2010

Kalau Aku Lagi Malas


Makan nasi cukuplah sekali sehari
cemilan? jangan ditanya; tanpa batas!

Dah seharian ga' mandi?! bodoh amat
celana dalam diganti ga'? entah, lupa tuh

Cucian numpuk tuh. masih hari selasa juga. minggu aja deh

Mending juga tiduran. mending juga dengerin walkman. mending juga nonton tivi. mending juga internetan.

Sabtu, 20 Maret 2010

Masih Ada Hubungan Saudara


Ini kisah tak nyata . Tapi bolehlah kalau kau mau anggapnya nyata.

"Oiya, Jal, kok bisa akrab gitu ma Ipul?"
"Kita masih ada hubungan saudara. Mang kenapa, Wen?"
"Hubungan saudara gimana?"
"Jadi ceritanya, nenek aku dari pihak Ibu sama nenek dia dari pihak Ibu juga, sama-sama udah ninggal."
"Dodol! Kalau itu anak bayi juga tau."
"Ya udah, kalau tau ngapain nanya'?"
"SETAN!"
"Woi, Wen, mau kemana?"
"Mau pulang, nanya' ma Ibu aku. Kali aja masih ada hubungan saudara ma Tom Cruise!"

Minggu, 14 Maret 2010

Maaf, Aku Kentut


"Sob, aku minta ma'af ya?!"
"Minta ma'af? Buat apa?"
"Aku kentut!"

Minggu, 28 Februari 2010

Semua Sumpah Serapah Yang Pernah Terucapkan Umat Manusia Kupersembahkan Untuk Yang Namanya PERPISAHAN

Ga' mungkin juga memang untuk aku cegah. Toh, dia udah mantap ambil tuh keputusan. Paling ga' dia udah dewasalah, udah bisa milih mana yang terbaik untuk dirinya sendiri. Selamat jalan Cerewet. Pastilah aku rindukan omelanmu. Aksen lucumu untuk minta bantuanku. Fiuh, udah kecil mungil, cerewet pula lagi.

Sehat ada karna sakit juga ada. Hidup ada karna mati juga ada. Ya udah pasti jugalah perpisahan ada karna perjumpaan juga ada. Aku masih sadar 'kan tuh? Tapi entah kenapa malas aja untuk ngejalaninya. Ibaratnya nih, Sob; kalaulah dari awal-awal nih aku tau suatu saat nanti bakalan berpisah, mending ga' usah jumpa sama sekali deh. Ga' usah dekat ga' usah akrab. Ga' usah ngobrol-ngobrol ga' usah ada yang namanya ketawa-ketiwi. Atau paling ga'lah; suatu saat nih kita dipindahin tempat kerjanya dan otomatis 'kan ga' ketemu lagi ma kawan-kawan, tapi ga' ada terucap perpisahan, ga' ada terencana untuk berpisah. Jadi biasa-biasa aja gitu. Ada rasa, ah paling juga besok-besok bisa ketemu lagi.

Tapi ini udah direncanai gitu, Sob. Dan perasaan aku bilang ga' bakalan ketemu lagi ma tuh anak. Ga' ada maksud ngedahuluin Dia. Cuman, yakin aja gitu. Memang sih aku ga' akrab-akrab amat ma tuh anak. Dan paling juga 2-3 hari merasa kehilangannya, terus normal lagi balik. Tapi entah kenapa perasaan itu ngeganjal aja.

Saat-saat keik gini nih, aku selalu ingat lagu lamanya Kaisar yang Perpisahan. Pernah denger ga'? Gila abis memang tu lagu. Pas abis mewakili yang namanya momen perpisahan. Seengga'nya yang aku ingat liriknya keik gini, Sob:

Sore itu langit berubah gelap semua membisu
lagu-lagu telah siap mengiringi perpisahan
mobil terparkir mesin pun menjadi dingin

kau dia dan mereka tertutup remang tiada tahu
aku terisak membawakan lagu itu
bukan karna membludaknya asap rokok dan keangkuhannya

datangnya keakraban disimpang perpisahan
disaat mata terbendung dan terjadi hujan
menambah berat kata 'tuk berpisah
berat ucap sampai jumpa
namun semua itu kejadian yang wajar

senyumlah tiada pernah 'kan terulang
hanya terlintas khayalan
namun semua itu kejadian yang wajar

berpeganglah hangat disaat kau fikirkan
kau fikirkan kebencian
berpeluklah dan saling berpeluklah
diatas bahu untuk... perpisahan

datangnya keakraban disimpang perpisahan
disaat mata terbendung dan terjadi hujan
diantara kita hanya merasakan keakraban sampai berpisah
kau katakan jangan lupakan
jangan lupakan aku

esoknya semua itu pun harus terjadi
udara t'lah bersih baju t'lah segar siap memori
dinding pun membisu
dan semua siap berlalu


Jalani sajalah. Toh, ini bukan akhir dari segalanya. Hanya secuil. Dan bukan yang terakhir. Semoga kau tak bosan Sobat bila esok kembali ku mengeluh akan perpisahan. Karna tak mungkin jua kita terus bersama. Karna tak mungkin jua kuteruskan lagi tulisan ini. Selamat jalan Cerewet. Selamat jalan EINA.


Kamis, 21 Januari 2010

Lalu

Lalu hari itu Senin
dan aku suka walau hanya sedikit

Lalu aku mempertanyakan masih haruskah kupertahankan HSTMW?
dan belum kudapati jawabnya

Lalu kembali ku ke khayalku
dan masih tentang bibir tipis-kecilnya

Lalu kalian bertanya apa makna tulisan ini?
"Ma'af Sobat, aku pun tak tahu pasti"