13ahar anakbatak yang ingin mengenal dan berbagi kepada dunia

lagu anak batak kali ini

Minggu, 11 Juli 2010

Dan Dunia Pun Menyaksikan Juaranya Adalah...


Bukan Jerman, Sob seperti yang aku prediksikan. Kontestannya tinggal 2; Belanda dan Spanyol. Seandainya ada yang buat iklan; ketik JUARA spasi JERMAN dan kirim ke 1234 aku usahainlah buat kirim sms. Aku usahain dan tergantung pulsanya hape ada apa ga' juga.

Keiknya Jerman memang ga' hoki kalau berjumpa dengan sesama tim Eropa. Cuman Inggris doank yang berhasil mereka kalahkan. Sisanya perjumpaan dengan Serbia dan Spanyol berakhir dengan kekalahan. Awalnya sebelum main Piala Dunia aku memang menjagokan Spanyol. Secara ada kembaran aku yang sama sekali ga' ada mirip-miripnya dengan aku Francesc Fabregas. Tapi baru partai pertama udah tumbang aja 1-0 ma Swis. Jadilah aku bahan olok-olokkan ma teman-teman kerja. Mana kembaran aku itu ga' main lagi. Memang akhirnya lolos juga dan sekarang udah sampe final malah, tapi tetap aja menurut aku kurang menggigit. Sementara melihat kedigdayaan Jerman memporak-porandakan Inggris dan Argentina, jadilah aku berpaling. Eh, terakhir-terakhirnya malah jadi terbalik, bukannya jagoan baru malah jagoan lama yang melenggang mulus ke final.

Akupun malas mendukung Spanyol. Dan terwujud; jagoan lama ketemu jagoan baru di semifinal. Dan payahnya jagoan lama yang menang. Sebagai pelengkap rasa sakit hatiku, untuk final nantipun aku akan tetap memusuhimu Spanyol. Ayo Belanda kalian pasti bisa. Brazil bisa kalian kalahkan. Swis pun bisa kalahkan Spanyol.

Minggu, 04 Juli 2010

Milik Siapa Piala Dunia Kali Ini?


Perasaan baru aja kemaren gaung Piala Dunia 2010 yang buat kali pertama pentas dibenua hitam ini dibunyikan. Dan sekarang udah nyampe' kesemifinal aja, Sob. Aksi-aksi para penggocek sikulit bundar itu setia menghibur hingga memaksaku berhenti mosting dulu. Bisingnya suara dari beribu vuvuzela diseantero stadion dalam setiap pertandingan kunikmati hingga terlupa rutinitas memejamkan mata dipulau kapuk. Jadilah kondisi badan ini tak karuan. Jadilah aktifitas kerja terganggu. Fiuh, efekmu Piala Dunia.

Dari yang sama sekali ga' ngerti sepakbola aja mendadak jadi merasa serba tau segala hal tentang sepakbola begitu Piala Dunia berlangsung. Yang dia bilang tim ini sebenarnya kuatlah tapi kok bisa kalah, "Korea Selatan ini mana kuat. Baru kali inilah mereka ikut Piala Dunia!" Padahal udah yang kali sepuluh. Macam-macamlah pokoknya. Perempuan aja dari yang mulai masih gadis sampe' yang udah emak-emak, rela ngurangin jatah tidurnya demi nonton Piala Dunia. Alasannya beragam pula lagi tu; "Pengen liat yang ganteng-ganteng.", "Ih, serulah Piala Dunia, apalagi kalo yang kita jagoin menang, 'kan lumayan selain senang juga dapat uang dari taruhan!" Hingga yang betul-betul mang perhatiin sepakbola dan bukan hanya waktu Piala Dunia aja, ya meskipun ga seserius para lelaki.

Dan sekarang benar dah sampai semifinal. Kontestannya pun dah lengkap. Jerman sukses mengatasi calon juara Argentina dan memupus impian Si Tangan Tuhan sebenar Diego Maradona untuk melengkapkan kesuksesannya mempersembahkan gelar Piala Dunia Bagi negaranya kala masih berstatus pemain 1986 silam dengan kali ini sebagai pelatih. Tanganmu kali ini tak bertuah, Maestro. Spanyol pula yang akan menjadi lawan Jerman disemifinal nanti masih menjaga statusnya sebagai calon kuat juara meski sempet terseok diawal-awal dengan menang secara dramatis keatas Paraguay. Masih David Villa yang pegang peranan penting. Sementara itu Belanda berhasil mengejutkan semua pencinta sepakbola ketika dengan mantapnya membalikkan prediksi hampir semua orang (karna orang Belanda mestilah jagoin negarnya sendiri) dengan menewaskan favorit lainnya Brazil 2-1. Lagi-lagi Wesley Sneijder. Dan Uruguay lawan Belanda disemifinal, memupus impian satu-satunya wakil Afrika yang tersisa Ghana dengan kemenangan melalui adu penalti dan menjadi kontestan semifinal pertama.

Uruguay versus Belanda dan Jerman versus Spanyol. Kalo aku, Sob, Belanda akan mengatasi wakil tunggal Amerika Selatan Uruguay dan akan bertemu Tim Panser Jerman di partai puncak nantinya. Dan juaranya aku prediksikan anak asuhannya Joachim Loew ini dan dilengkapi dengan gelar top skorer milik Miroslav Klose dan pemain terbaik milik Mesut Ozil. Kalau menurut kalian, Sob; Milik siapa Piala Dunia kali ini?

Minggu, 20 Juni 2010

Kalo Masih Ada Kesempatan

Ma'af, Sob, lagi sibuk ni. Rutinitas mati dan berulamg disitu-situ doank. Kerja, pulangnya kalo tivi nyiarin siaran langsungnya Piala Dunia dan sanggup nahan ngantuk ya nonton, kalo ga' ya langsung menuju pulau kapuk sehabis makan. Kalo ingat mandi ya mandi. Kalo ingat harus bangun ya bangun. Kalo ada ide buat mosting ya mosting. Tapi sekarang lagi ga' ada tu, Sob. Ntar aja ya.

Sampai berjumpalitan lagi.

Minggu, 13 Juni 2010

Megang Apa?

Efek Piala Dunia itu memang gila, Sob. Simak aja ni salah satu bukti ajaibnya tu perhelatan sepakbola terbesar sejagad raya ini.
"Megang apa, Rul, Piala dunia kali ini?"
"Inggrislah. Secara ada Rooney, Lampard, Gerrard. Pelatihnya aja Don Capello. Kurang apalagi coba? Kamu sendiri, Nar?"
"Aku Spanyol. Jelas. Ada Villa, Torres, Casillas, Fabregas. Bintangnya semualah. Jaminan deh!"
"Jangan terlalu percaya diri dulu, Sob. Ntar ujung-ujungnya kecewa lagi. Kamu, Mat, megang apa?"
Yang ditanya ga' ngeh karna dari tadi memang ga' ambil perhatian.
"Woi, Mat. Megang apa?"
"Ha. O, aku lagi megang gitar ni. Masa ga' liat si?"
"$#!@&!"

Minggu, 06 Juni 2010

Cerita Dodol

Udah sejam lebih Ijal ngeliat Kucai melamun terus. Awalnya dia cuek, keiknya tu anak lagi dalam abis pikirnya. Tapi kalo dibiarin terus keiknya ga' betul juga ni, secara Tipe X udah abis ngedendangin semua lagu dari album Mereka Tak Pernah Mengerti-nya yang diputar Ijal di tape recordernya dan Kucai masih juga melamun ria, tergerak jualah hati Ijal untuk membantu sohibnya itu.

"Udahlah, Cai, lupain. Ga' usah dipirin lagi. Sampe' segitu dalamnya. Ada fotonya, bakar! Ada benda kenang-kenangan dari dia, buang! Masih ada SMS dari dia, hapus! Susah amat."
"Ga' semudah itu, Jal."
"Mang udah kamu coba?"
"Udah semua cara, Jal. Dari mulai cara yang biasa sampe' cara yang belum pernah dibuat bahkan belum terpikirkan manusia pun udah aku coba."
"Serius Lo!"
"Iya! Aku udah nanya sana-sini tapi tetep aja ga' ada yang bisa bantu. Ga' ada yang bisa minjemin."
"Minjemin? Maksud kamu?"
"Yaaa, minjemin uanglah. Utang aku udah kebanyakan, Jal. Kamu bisa bantu ga'?"
"Jadi dari tadi tu kamu ngelamun karna mikirin utang?"
"He-eh."
"DODOL! Kirain karna putus cinta."

Kuspesialkan buat mereka yang berhutang; tunaikan kewajibanmu, Sob, dan jangan pernah kau mencoba untuk berpura-pura lupa akan hutangmu.

Minggu, 30 Mei 2010

Itulah Untungnya Dan Itu Hanya Sekelumit


Terlambat nyadar nih, Sob. Tapi biarlah, lebih baik terlambat 'kan dari pada ga' sama sekali? Ternyata blog aku udah diripiu ma Mbak Fanny si Maestro-nya blogger. Lagi-lagi nih aku ngucapin makasih, entah untuk yang keberapa triliun kalinya. Dan ini spesial meski ga' pake telor buat Mbak Fanny.

Itulah untungnya, Sob, kenal meski ga' langsung ma Mbak Fanny. Ikutan lomba biar ga' menang tapi blog diripiu ma Si Mbak satu ini dan efeknya terlihat jelas; buat pertama kali postingan aku sampe dikomentarin segitu banyaknya. Sory ni, Sob, mungkin kesannya agak berlebihan, tapi bagiku ini penting secara aku blogger pemula. Tak banyak memang yang dia ceritakan. Tak panjang memang yang dia tuliskan. Tapi bagiku itu suatu kebanggan, Sob.

Itulah untungnya kenal ma Si Mbak satu ini. Dan itu hanya sekelumit. Karena yang kau dapatkan pada akhirnya lebih dari itu. Cobalah kau "jamah" Mbak Fanny. Minta pertanggungjawaban padaku kalau kau merugi telah mengenalnya. Setidaknya didunia maya. Setidaknya itu yang kutau sampai detik ini.

Masih jauh dan akan selalu kuyakinkan dalam hati suatu saat nanti bisa (paling tidak hampir mendekati) seperti Mbak Fanny. Sekali lagi terima kasih, Mbak. Kau sungguh menginspirasi. Bujur melala.

Good Luck!!!!

Sabtu, 22 Mei 2010

Sebuah Keterpaksaan

Ma'af manis, aku terpaksa tak hiraukan kau hari ini
sungguh, aku terpaksa

aku terpaksa tak menjawab panggilanmu saat kau coba cari tau sebenarnya dengan menelfonku
kukira pesan singkatku cukup

Ma'af, Sob, aku tak ikut bersama kalian menjamah kota kali ini

aku terpaksa situasikan rumahku umpama tak berpenghuni, meski terus kalian teriaki
sungguh, aku terpaksa kawan

bahkan aku terpaksa biarkan tukang bakso langgananku berlalu
kuharap esok dia masih lalu

Ma'af semua, aku terpaksa
sungguh, aku terpaksa
Bang Regar rentenir kejam itu seharian menunggui di depan rumah
mengertilah