lagu anak batak kali ini
Minggu, 21 Maret 2010
Perempat Final Liga Eropa 2009-2010
Dan di babak perempat final sesuai dengan hasil drawing, Fulham (sebuah tim yang bagi saya penuh dengan kejutan dan memiliki ciri permainan yang mengasyikkan) akan bertarung dengan jawara Jerman VfL Wolfsburg. The Reds Liverpool yang banyak diprediksikan akan meraih titel juara Liga Eropa edisi perdana ini akan diuji kepantasannya oleh wakil tunggal Portugal Benfica. Klub Jerman lainnya Hamburg SV akan ditantang wakil Belgia yang tersisa Standard Liege. Dan 2 klub Spanyol harus saling membunuh untuk mendapatkan tiket ke semi final, Valencia dengan David Villa-nya dan Atletico Madrid dengan Sergio 'Kun' Aguero-nya.
Perempat final pertama akan dimainkan 1 April mendatang dan seminggu berikutnya pertemuan kedua dimainkan. Kalau menurut pada kebiasaan selama ini dimana tim yang akan menjadi tuan rumah di pertemuan kedua punyai peluang lolos yang lebih besar, maka VfL Wolfsburg, Standard Liege, Atletico Madrid dan Liverpool yang akan mendapatkannya. Tapi kalau saya yang memprediksi (dibumbui dengan kesukaan saya pada suatu tim tertentu), maka yang akan menjadi kontestan dibabak semi final adalah Fulham, Hamburg SV, Valencia dan Liverpool.
Itu hanya prediksi dan tak selalu benar. 8 April nanti kita akan sama-sama dapatkan kebenarannya. Sampai nanti.
Sabtu, 20 Maret 2010
Masih Ada Hubungan Saudara

Ini kisah tak nyata . Tapi bolehlah kalau kau mau anggapnya nyata.
"Oiya, Jal, kok bisa akrab gitu ma Ipul?"
"Kita masih ada hubungan saudara. Mang kenapa, Wen?"
"Hubungan saudara gimana?"
"Jadi ceritanya, nenek aku dari pihak Ibu sama nenek dia dari pihak Ibu juga, sama-sama udah ninggal."
"Dodol! Kalau itu anak bayi juga tau."
"Ya udah, kalau tau ngapain nanya'?"
"SETAN!"
"Woi, Wen, mau kemana?"
"Mau pulang, nanya' ma Ibu aku. Kali aja masih ada hubungan saudara ma Tom Cruise!"
Minggu, 14 Maret 2010
Minggu, 07 Maret 2010
Membedah Liga Eropa

Memang tak terbantahkan Liga Champions menjadi kasta utama persepakbolaan Eropa. Dengan gengsi yang begitu tinggi hingga bergelimang uang yang akan diperoleh bahkan untuk yang tak juara sekalipun, menjadikan klub-klub di masing-masing liga di Eropa berebut untuk mendapatkan jatah ke Liga Champions. Kehadiran siaran langsungnya di layar tivi pun senantiasa selalu dinantikan pencinta bola sejati seperti saya ini. Tak perduli jam tayangnya selalu dinihari. Tak perduli ditempat kerja selalu mengantuk karna kurang tidur. Oh, magismu Liga Champions.
Hingga Piala UEFA yang kini berganti nama menjadi Liga Eropa pun kurang mendapat perhatian. Banyak klub seperti setengah hati kalau akhirnya hanya mendapat jatah tampil dikasta kedua sepakbola Eropa ini. Terlebih klub-klub yang masuk kategori raksasa seperti Juventus ataupun Ajax Amsterdam yang kali ini kebagian jatah itu. Main seperti asal main saja, bahkan banyak pelatih klub-klub top tersebut bereksperimen dengan menurunkan pemain-pemain debutan yang tentunya miskin pengalaman. Ya, ga' ada salahnya juga memang. Tapi seperti berkesan, kalau juara ya syukur, kalau ga' ya udah.
Tapi tidak halnya untuk klub-klub papan tengah. Seperti pertemuan antara Everton versus Sporting Lisbon 17 Februari kemarin. Sungguh-sungguh sangat menghibur bagi saya. Everton yang baru saja mengalahkan Chelsea diliga lokal, seperti kesulitan menghadapi goyangan Samba ala Portugal-nya Sporting. Bahkan Sporting akhirnya mampu hanya kalah 1-2, hingga membalikkan hasil akhir dengan mencukur Everton dikandang mereka sendiri 3 gol tanpa balas sembilan hari kemudian. Wauw, sepakbola itu memang indah.
Kini Liga Eropa sudah pun masuk Babak 16 Besar. Dan Juventus pun sepertinya hanya mempunyai kans yang kecil untuk merebut gelar juara. Armada allenatore anyar Alberto Zaccheroni ini seperti kehilangan tajinya musim ini. Di Seri A saja mereka terseok-seok. Mereka belum menemukan kembali permainan terbaiknya. Untuk lolos keperempatfinal, La Vecchia Signora ini harus mematikan permainan tak terduga dari Fulham.
Saya benar-benar takjub dengan permainan Fulham. Setelah sempat nyaris turun kasta ke Championship Division, kini anak asuhan Roy Hodgson ini masuk kedalam 10 besar BPL. Dan saya pun lebih condong ke Fulham yang akan lolos dan mengatasi Juventus untuk keperempatfinal Liga Eropa. Itu prediksi saya.
Dan lengkapnya, inilah prediksi saya untuk Babak 16 besar Liga Eropa kali ini dengan klub berwarna merah yang akan melanjutkan perjuangan mereka ke Babak Perempatfinal.
VfL Wolfsburg (Jerman) vs Rubin Kazan (Rusia)
Sporting Lisbon (Portugal) vs Atletico Madrid (Spanyol)
Liverpool (Inggris) vs Lille (Perancis)
Panathinaikos (Yunani) vs Standard Liege (Belgia)
Fulham (Inggris) vs Juventus (Italia)
Minggu, 28 Februari 2010
Semua Sumpah Serapah Yang Pernah Terucapkan Umat Manusia Kupersembahkan Untuk Yang Namanya PERPISAHAN
Sehat ada karna sakit juga ada. Hidup ada karna mati juga ada. Ya udah pasti jugalah perpisahan ada karna perjumpaan juga ada. Aku masih sadar 'kan tuh? Tapi entah kenapa malas aja untuk ngejalaninya. Ibaratnya nih, Sob; kalaulah dari awal-awal nih aku tau suatu saat nanti bakalan berpisah, mending ga' usah jumpa sama sekali deh. Ga' usah dekat ga' usah akrab. Ga' usah ngobrol-ngobrol ga' usah ada yang namanya ketawa-ketiwi. Atau paling ga'lah; suatu saat nih kita dipindahin tempat kerjanya dan otomatis 'kan ga' ketemu lagi ma kawan-kawan, tapi ga' ada terucap perpisahan, ga' ada terencana untuk berpisah. Jadi biasa-biasa aja gitu. Ada rasa, ah paling juga besok-besok bisa ketemu lagi.
Tapi ini udah direncanai gitu, Sob. Dan perasaan aku bilang ga' bakalan ketemu lagi ma tuh anak. Ga' ada maksud ngedahuluin Dia. Cuman, yakin aja gitu. Memang sih aku ga' akrab-akrab amat ma tuh anak. Dan paling juga 2-3 hari merasa kehilangannya, terus normal lagi balik. Tapi entah kenapa perasaan itu ngeganjal aja.
Saat-saat keik gini nih, aku selalu ingat lagu lamanya Kaisar yang Perpisahan. Pernah denger ga'? Gila abis memang tu lagu. Pas abis mewakili yang namanya momen perpisahan. Seengga'nya yang aku ingat liriknya keik gini, Sob:
lagu-lagu telah siap mengiringi perpisahan
mobil terparkir mesin pun menjadi dingin
kau dia dan mereka tertutup remang tiada tahu
aku terisak membawakan lagu itu
bukan karna membludaknya asap rokok dan keangkuhannya
datangnya keakraban disimpang perpisahan
disaat mata terbendung dan terjadi hujan
menambah berat kata 'tuk berpisah
berat ucap sampai jumpa
namun semua itu kejadian yang wajar
senyumlah tiada pernah 'kan terulang
hanya terlintas khayalan
namun semua itu kejadian yang wajar
berpeganglah hangat disaat kau fikirkan
kau fikirkan kebencian
berpeluklah dan saling berpeluklah
diatas bahu untuk... perpisahan
datangnya keakraban disimpang perpisahan
disaat mata terbendung dan terjadi hujan
diantara kita hanya merasakan keakraban sampai berpisah
kau katakan jangan lupakan
jangan lupakan aku
esoknya semua itu pun harus terjadi
udara t'lah bersih baju t'lah segar siap memori
dinding pun membisu
dan semua siap berlalu
Jalani sajalah. Toh, ini bukan akhir dari segalanya. Hanya secuil. Dan bukan yang terakhir. Semoga kau tak bosan Sobat bila esok kembali ku mengeluh akan perpisahan. Karna tak mungkin jua kita terus bersama. Karna tak mungkin jua kuteruskan lagi tulisan ini. Selamat jalan Cerewet. Selamat jalan EINA.
Kamis, 25 Februari 2010
. . . .
| Stres | | | |
| Written by Reina Wangsadjaja, S, Psi | |
| Seringkali stres didefinisikan dengan hanya melihat dari stimulus atau respon yang dialami seseorang. Definisi stres dari stimulus terfokus pada kejadian di lingkungan seperti misalnya bencana alam, kondisi berbahaya, penyakit, atau berhenti dari kerja. Definisi ini menyangkut asumsi bahwa situasi demikian memang sangat menekan tapi tidak memperhatikan perbedaan individual dalam mengevaluasi kejadian. Sedangkan definisi stres dari respon mengacu pada keadaan stres, reaksi seseorang terhadap stres, atau berada dalam keadaan di bawah stres (Lazarus & Folkman, 1984). Definisi stres dengan hanya melihat dari stimulus yang dialami seseorang, memiliki keterbatasan karena tidak memperhatikan adanya perbedaan individual yang mempengaruhi asumsi mengenai stresor. Sedangkan jika stres didefinisikan dari respon, maka tidak ada cara yang sistematis untuk mengenali mana yang akan jadi stresor dan mana yang tidak. Untuk mengenalinya, perlu dilihat terlebih dahulu reaksi yang terjadi. Selain itu, banyak respon dapat mengindikasikan stres psikologis yang padahal sebenarnya bukan merupakan stres psikologis. Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa respon tidak dapat secara reliabel dinilai sebagai reaksi stres psikologis tanpa adanya referensi dari stimulus (Lazarus & Folkman, 1984). Singkatnya, semua pendekatan stimulus-respon mengacu pada pertanyaan krusial mengenai stimulus yang menghasilkan respon stres tertentu dan respon yang mengindikasikan stresor tertentu. Yang mendefinisikan stres adalah hubungan stimulus-respon yang diobservasi, bukan stimulus atau respon. Stimulus merupakan suatu stresor bila stimulus tersebut menghasilkan respon yang penuh tekanan, dan respon dikatakan penuh tekanan bila respon tersebut dihasilkan oleh tuntutan, deraan, ancaman atau beban. Oleh karena itu, stres merupakan hubungan antara individu dengan lingkungan yang oleh individu dinilai membebani atau melebihi kekuatannya dan mengancam kesehatannya (Lazarus & Folkman, 1984).
Proses Pengalaman Stres Perbedaan tingkat perkembangan antara anak-anak dengan orang dewasa tidak membuat perbedaan besar dalam hal pembentukan persepsi manusia. Teori appraisal dari Lazarus sudah diaplikasikan dalam penelitian terhadap anak. Salah satu penelitian yang dimaksud adalah penelitian oleh Johnson dan Bradlyn (dalam Wolchik & Sandler, 1997), yang ditujukan untuk meneliti appraisal positif dan negatif terhadap suatu peristiwa serta seberapa besar pengaruh peristiwa tersebut terhadap seorang anak. Menurut Lazarus (1991) dalam melakukan penilaian tersebut ada dua tahap yang harus dilalui, yaitu : 1. Primary appraisal Primary appraisal memiliki tiga komponen, yaitu:
2. Secondary appraisal Secondary appraisal merupakan penilaian mengenai kemampuan individu melakukan coping, beserta sumber daya yang dimilikinya, dan apakah individu cukup mampu menghadapi harm, threat, dan challenge dalam peristiwa yang terjadi.
Pengalaman subjektif akan stres merupakan keseimbangan antara primary dan secondary appraisal. Ketika harm dan threat yang ada cukup besar, sedangkan kemampuan untuk melakukan coping tidak memadai, stres yang besar akan dirasakan oleh individu. Sebaliknya, ketika kemampuan coping besar, stres dapat diminimalkan.
Respon Stres
COPING STRES Menurut Lazarus & Folkman (1984), dalam melakukan coping, ada dua strategi yang dibedakan menjadi : 1. Problem-focused coping 2. Emotion-focused coping. Individu cenderung untuk menggunakan problem-focused coping dalam menghadapi masalah-masalah yang menurut individu tersebut dapat dikontrolnya. Sebaliknya, individu cenderung menggunakan emotion focused coping dalam menghadapi masalah-masalah yang menurutnya sulit untuk dikontrol (Lazarus & Folkman, 1984). Terkadang individu dapat menggunakan kedua strategi tersebut secara bersamaan, namun tidak semua strategi coping pasti digunakan oleh individu (Taylor, 1991). Para peneliti menemukan bahwa penggunaan strategi emotion focused coping oleh anak-anak secara umum meningkat seiring bertambahnya usia mereka (Band & Weisz, Compas et al., dalam Wolchik & Sandler, 1997). Suatu studi dilakukan oleh Folkman et al. (dalam Taylor, 1991) mengenai kemungkinan variasi dari kedua strategi terdahulu, yaitu problem-focused coping dan emotion focused coping. Hasil studi tersebut menunjukkan adanya delapan strategi coping yang muncul, yaitu : Problem-focused coping
Emotion focused coping
Coping Outcome
Menurut Taylor (1991), efektivitas coping tergantung dari keberhasilan pemenuhan coping task. Individu tidak harus memenuhi semua coping task untuk dinyatakan berhasil melakukan coping dengan baik. Setelah coping dapat memenuhi sebagian atau semua fungsi tugas tersebut, maka dapat terlihat bagaimana coping outcome yang dialami tiap individu. Coping outcome adalah kriteria hasil coping untuk menentukan keberhasilan coping. Coping outcome, yaitu :
|
Kamis, 28 Januari 2010
Dan Metal Itu Pun Mewabah
Dan aku cuti lagi. Tengs Wak. Itu bos aku. Udah ngucapin langsung sih tadi ke dia. Dan semoga cuti kali ini benar-benar bisa kunikmati.
Dan mesinku; nantikan aku kembali di Sabtu esok.
Dan untuk kalian, Sob; masih belum bisa mengerti dan menikmati tulisanku? Cobalah dulu. Ok coy????
Good Luck!!!! 13,
